Saat ini perkembangan teknologi terus mengalami peningkatan diberbagai bidang, termasuk bidang keuangan. Pada bidang keuangan inovasi terus dilakukan, salah satunya adalah adanya mata uang digital (cryptocurrency). Bitcoin merupakan salah satu cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Selain sebagai mata uang, Bitcoin juga dapat digunakan untuk investasi. Namun berinvestasi dengan Bitcoin mempunyai risiko tinggi. Hal ini dikarenakan harganya yang fluktuatif. fluktuatif ini erat kaitannya dengan kebijakan ekonomi dunia. Ketika jumlah permintaan Bitcoin meningkat harga yang dimiliki juga meningkat begitupun sebaliknya. Unsur ketidakpastian ini mempengaruhi harga Bitcoin sehingga menyebabkan harga Bitcoin bersifat kabur (fuzzy). Penelitian ini bertujuan meramalkan harga Bitcoin menggunakan metode FTS model Lee, yang merupakan pengembangan dari beberapa model FTS sebelumnya, yaitu Song dan Chissom, Cheng dan Chen. Menurut sebagian besar penelitian sebelumnya, model Lee dinyatakan mampu menyampaikan hasil peramalan yang lebih tepat daripada model klasik dari Fuzzy Time Series. Penelitian ini menggunakan orde satu, orde dua dan orde tiga, dimana peneliti memperoleh hasil nilai error dari orde satu sebesar 5.419%, orde dua sebesar 4.042% dan orde tiga sebesar 2.819%. Namun dari ketiga orde tersebut yang dapat digunakan untuk meramalkan harga Bitcoin periode selanjutnya adalah orde satu, yakni sebesar 53584.8 USD. Hal ini dikarenakan relasi yang dihasilkan pada periode selanjutnya tidak didapati pada grup-grup yang telah ditentukan sebelumnya dalam FLRG orde dua dan orde tiga. Sehingga meskipun orde dua dan orde tiga memiliki tingkat akurasi lebih kecil dibandingkan orde satu pada data harga Bitcoin, namun metode FTS Lee orde dua dan orde tiga tidak dapat diramalkan untuk periode 2 Januari 2022.
Tamadun Malayonesia yang sarjananya menggunakan bahasa Melayu sebagai pengungkap kecendekiawanannya, masih belum diiktiraf kewujudannya oleh sarjana Barat kerana ketiadaan bukti bertulis pencapaiannya yang tinggi dalam KeJuTSAMA/STEM. Dalam usaha memperbaiki keadaan inilah maka kami telah melakukan penyelidikan, ekskavasi ilmu, sejak 1990-an bagi memperoleh unsur-unsur sains dan matematik (SAMA) dalam bahasa Melayu yang asli dan terkehadapan daripada bangsa lain sezamannya terutamanya Inggeris. Di sini dipaparkan beberapa hasil penyelidikan yang mutakhir tentang perkara tersebut, khususnya untuk bidang angka. Ditunjukkan bahawa bangsa Malayonesia berbahasa Melayu adalah pencipta terawal di dunia sistem angka perpuluhan seperti sekarang ini, sekaligus menjadikan bangsa pencipta angka kosong yang tertua di dunia. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan dunia selama ini bahawa sistem angka perpuluhan dengan kosong adalah ciptaan tamadun Hindu, Islam atau Khmer Lama. The existence of the Malayonesian civilization in which her scholars used Malay as the their intellectual expresions, has not yet been recognised by Western sholars because of lack of written proof in her achievement in STEM. In an effort to improve the situation, we have done some knowledge excavation since 1990s in order to obtain original elements of science in Malay language which were ahead of their counterpart in different countries in Europe especially UK at the same period of time. The latest results are presented here, particularly in the fields of numerals. It is shown that the Malayonesian numeral decimal system with her own zero symbol is the oldest in the world. This contradicts the present belief that the decimal numeral system was invented by the Hindu, the Islamic or the Old Khmer civilisation.