IMPLEMENTASI BLOCKCHAIN TERINTEGRASI ANDROID SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL DALAM DSCUMI
Abstract
Sistem identitas digital konvensional seringkali bergantung pada otoritas terpusat yang rentan terhadap kebocoran data dan manipulasi. Komunitas Developer Student Club Universitas Muslim Indonesia (DSC UMI) memerlukan mekanisme verifikasi keanggotaan yang kredibel, aman, dan menjaga privasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem identitas digital terdesentralisasi yang terintegrasi penuh pada platform Android menggunakan teknologi blockchain dan Zero-Knowledge Proofs (ZKP) yang merujuk pada seluruh logika sistem, termasuk interaksi blockchain dan kriptografi, yang diproses secara mandiri pada sisi klien (backendless) tanpa ketergantungan pada server perantara. Metode pengembangan menerapkan pendekatan Minimum Viable Product (MVP) dengan arsitektur mobile-first. Sistem dibangun berbasis Android native menggunakan bahasa Kotlin yang diintegrasikan dengan jaringan Polygon Amoy Testnet melalui pustaka Web3j. Autentikasi memanfaatkan sensor biometrik lokal untuk membangkitkan bukti kriptografis berbasis hash SHA-256 tanpa menyimpan data mentah di server. Hasil pengujian white box menunjukkan bahwa aplikasi berhasil menghubungkan dompet digital MetaMask, memvalidasi logika anti-duplikasi pada Smart Contract, dan secara otomatis menerbitkan Soulbound Token (NFT) sebagai tanda keanggotaan yang sah. Kesimpulannya, integrasi blockchain pada perangkat bergerak terbukti efektif menghadirkan identitas digital yang berdaulat (Self-Sovereign Identity), transparan, dan dapat diaudit (auditable) tanpa mengorbankan privasi data anggota komunitas.
Community
0 commentsNo discussion yet
Be the first to share a question or observation.