IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH DENGAN VERIFIKASI BLOCKCHAIN UNTUK AUTENTIKASI DENGAN METODE SHA-256
Abstract
Tingginya risiko manipulasi data dan lemahnya sistem autentikasi tradisional menimbulkan tantangan serius dalam menjaga keamanan identitas digital. Dampak dari permasalahan ini adalah meningkatnya potensi pencurian data, penyalahgunaan identitas, serta rendahnya tingkat kepercayaan terhadap sistem keamanan digital yang ada. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem autentikasi wajah berbasis blockchain yang aman, transparan, dan terdesentralisasi. Sistem dirancang dengan memanfaatkan algoritma SHA-256 untuk mengubah data wajah menjadi hash yang tidak dapat dibalik, sehingga menjaga privasi dan integritas data pengguna. Informasi identitas dicatat ke dalam blockchain melalui smart contract berbasis Ethereum yang dijalankan menggunakan Ganache, dengan bahasa pemrograman Python dan pustaka face_recognition sebagai deteksi wajah serta web3.py untuk integrasi blockchain. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu mengenali wajah secara akurat, memverifikasi identitas secara real-time, serta memastikan data tidak dapat dimanipulasi karena tercatat dalam blockchain. Sistem ini dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan, perusahaan, maupun instansi pemerintah untuk meningkatkan keamanan akses, sistem absensi, serta perlindungan data sensitif. Penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada implementasi di jaringan testnet Ethereum publik agar mendekati skenario dunia nyata, termasuk pengujian biaya gas, performa transaksi, serta integrasi dengan aplikasi berbasis mobile.
Community
0 commentsNo discussion yet
Be the first to share a question or observation.